Selamat Datang di ITUZH POENJA Blog...!!!

Sabtu, 01 Mei 2010

Pelajar Indonesia Sabet Emas di Festival Tari

Tangerang: Di tengah kabar hasil ujian nasional yang kurang menggembirakan, pelajar Indonesia mengukir prestasi di ajang internasional. Dalam festival anak internasional yang berlangsung di Turki, siswa Indonesia menyabet medali emas untuk kategori menari.

Kedatangan 24 siswa dan siswi Sekolah Menengah Pertama Al Ikhlas Jakarta disambut Menteri Pariwisata Jero Wacik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (30/4). Kegembiraan melingkupi perasaan para peserta yang sebelumnya tak menyangka bisa membawa medali emas.

Dalam festival anak internasional yang berlangsung di Kota Fethiye, Turki, para siswa membawakan lima tarian tradisional yaitu tari kipah dan pukat dari Nanggroe Aceh Darussalam, tari satrio watang dari Jawa Tengah, serta tari piring dari Sumatra Barat dan tari pendet dari Bali.
»»  Baca Selengkapnya..

Museum Littleton, Masa Lalu di Masa Kini


Berkunjung ke museum Littleton, Colorado bagaikan kita berkunjung ke rumah keluarga Ingalls, karakter dari serial televisi jadul Little House on the Prairie. Di museum ini terdapat areal terbuka yang di atasnya berdiri bangunan-bangunan dari kayu, merupakan rekonstruksi rumah dan kehidupan suatu keluarga di Littleton tahun 1860-an dan 1890-an. Areal terbuka ini terbagi dua, satu untuk tahun 1860-an, yang agak tertinggal kalau dibandingkan dengan bagian lain, tahun 1890-an. Walaupun rekonstruksi, semua bangunan dibuat sesama mungkin dengan yang ada di jaman itu, juga ukuran bangunan-bangunan adalah ukuran sebenarnya.


Setiap pengunjung diberikan satu peta sederhana yang sangat informatif.

Sebelum kita sampai ke areal terbuka ini, terletak di belakang gedung museum indoor, kita akan dibuat terpesona melihat kemewahan gedung ini. Dengan luas hampir 2.973 meter persegi, gedung ini mempunyai empat galeri, tiga ruangan kelas, satu ruangan agak besar untuk pertemuan ataupun pendidikan, pusat riset tempat penyimpanan foto-foto dan manuskrip Littleton serta tak ketinggalan gift shop.

Littleton sendiri adalah kota kecil, berpenduduk hanya 40.000-an orang dengan luas 36,1 km persegi yang secara administratif masuk dalam tiga county, Arapahoe (sebagai ibu kotanya), Jefferson dan Douglas. Mulai ditempati oleh para pendatang sejak tahun 1859, Littleton resmi menjadi kota sejak tahun 1890, namanya sendiri diambil dari nama Richard Little, tokoh masyarakat yang bersama istrinya, Angeline, berjasa merubah daerah tak bertuan menjadi kota.

Di dalam gedung, terdapat ruangan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah perjalanan kota ini. Benda-benda bersejarah itu disimpan di dalam kotak-kotak kaca sesuai dengan tahapan-tahapan perkembangan kota. Dari jaman para pioneer dulu sampai tahun 1960-an serta peralatan perang dunia pertama dan kedua. Setiap kotak dilengkapi dengan foto-foto besar serta informasinya.

Setelah puas melihat-lihat isi gedung dan menikmati kemewahannya, baru kita melangkah ke halaman belakang dimana museum outdoor berada. Setiap pengunjung diberikan satu peta sederhana yang sangat informatif menjelaskan fungsi bangunan-bangunan kayu yang ada di sana. Total luas areal outdoor ini 15,78 hektar, jadi kalau tidak mau capek atau tidak mau mencium aroma khas kandang hewan dan juga tidak mau menginjak ranjau darat lebih baik tinggal di dalam gedung.

Di areal tahun 1860-an, kita akan melihat rumah, kandang-kandang hewan, tempat penyimpanan hasil panen seperti jagung, tempat penyimpanan es, dapur kecil terbuka dan tempat penyimpanan kuda. Semuanya sangat sederhana. Rumah sangat kecil, dua lantai, lantai pertama tidak punya ruangan, semua dilakukan di dalam ruangan sempit berlantai tanah ini. Di atas ada ruangan untuk tidur. WC masih di luar. Terasa sangat pengap karena jendela hanya ada satu dan kalau musim dingin asap yang keluar dari perapian tentu mengganggu pernafasan dan penglihatan.

Uniknya, bukan hanya bangunan-bangunan saja tetapi kita akan bertemu dengan pemilik rumah. Karyawan museum dengan memakai pakaian jadul terlihat menyulam, menyalakan api atau memberi makan ternak seperti penghuni yang sebenarnya. Selain tentu saja membantu pengunjung bila diperlukan. Benar-benar serasa memasuki era 1860-an.

Dari rumah dan pekarangan itu kita bisa pergi agak jauh ke lapangan kosong yang dipagar. Di dalam areal itu teronggok alat-alat pertanian, masih dari era 1860-an. Di seberang lapangan itu ada bangunan kecil dari kayu, sekolah jaman dulu. Bangunan ini adalah bangunan original, sekolah dulu yang dipakai oleh anak-anak Littleton belajar. Dibuat di tahun 1865, sekolah ini dipindahkan dari tempat asalnya ke museum pada tahun 1972, direnovasi tahun 1979. Ukurannya hanya 5m x 4,8 m. Bangku panjang menempel pada dinding di sisi kanan dan kir, di depan ada papan tulis kecil, serta dilengkapi dengan tungku pemanas. Sangat sederhana sekali.

Puas melihat dan masuk ke semua bangunan di era 1860-an, kita menuju ke areal tahun 1890-an. Dibandingkan dengan 1860-an, bangunan-bangunan di sini sudah jauh lebih bagus dan sehat , bentuknya pun sama dengan bentuk bangunan-bangunan saat ini. Rumah, hanya satu lantai dengan dua kamar tidur, dapur, ruang tamu sekaligus ruang keluarga, beranda di samping dan di belakang rumah. Di ruang keluarga ada piano sebagai alat hiburan keluarga. Lantai sudah dari kayu, yang kalau sekarang pasti mahal harganya. WC masih di luar, di sebelah rumah. Ada jalan dari papan di sekitar rumah untuk menghindari halaman yang becek karena musim hujan atau salju.

Di sekitar rumah ada tempat penyimpanan hewan pangan serta kuda yang diatasnya biasa disimpan hasil panen dan juga makanan kuda. Di sebelahnya ada kandang sapi. Selain itu terdapat blacksmith atau pandai besi yang menunjukkan keterampilan langka berurusan dengan menempa besi selagi panas di hari tertentu. Bangunan lain yang ada di sana adalah gudang tempat penyimpanan alat-alat pertanian. Dibandingkan dengan di era 1860-an tidak banyak bangunan di sini. Mungkin hidup lebih simple dari hidup tiga puluh tahun sebelumnya. Apalagi sudah memasuki pergantian abad yang membawa perubahan besar dalam kehidupan penduduk.

Kunjungan yang memakan waktu dua jam pun akhirnya selesai. Karena jalan keluar langsung dari area outdoor tidak ada, jadi harus kembali masuk ke dalam gedung museum. Dari suasana perkampungan jaman dulu kembali lagi ke jaman modern. Setelah bersih-bersih di rest room untuk menghilangkan aroma kandang barulah pulang. Dua jam yang menyenangkan hati dan menyehatkan badan.
»»  Baca Selengkapnya..

Jumat, 30 April 2010

Keunikan dan Manfaat Kuda Laut

Kuda laut adalah jenis ikan yang hidup di laut dari genus Hippocampus dan famili Syngnathidae. Hewan dengan ukuran yang bervariasi antara 16 mm (untuk spesies Hippocampus denise) sampai 35 cm ini dapat ditemukan di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia. Kuda laut merupakan satu-satunya spesies yang jantannya dapat hamil.

Sirip dorsal pada kuda laut terletak pada bagian bawah sedangkan sirip pektoralnya terletak pada bagian kepala, di dekat insang. Beberapa spesies kuda laut berwarna transparan sebagian, sehingga tidak mudah terlihat.

Meskipun termasuk dalam jenis ikan, cara berenang kuda laut berbeda dengan cara berenang ikan. Kuda laut bergerak dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantung renangnya. Jika kantung renang ini rusak dan kehilangan sedikit udara, kuda laut tenggelam ke dasar laut. Kuda laut berenang dengan tubuh yang tegak dan mereka dapat menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah.

Mata kuda laut sangat unik. Ia bisa melihat dua buah benda yg berbeda pada waktu yang bersamaan. Matanya juga dapat bergerak dengan bebas, berputar-putar mengamati setiap sisi sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dengan mudah, tanpa harus menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.

Tubuh kuda laut itu berwarna-warni (merah, kuning, hijau, dan hitam) dan bisa berubah sesuai dengan keadaan sinar matahari yang menyinari tubuhnya, dan keadaan tubuhnya sendiri. Walaupun memiliki banyak warna, namun beberapa spesiesnya berwarna sebagian transparan, sehingga tidak mudah dilihat. Kuda laut biasanya tinggal di sekitar karang-karang laut dan menambatkan ekornya pada celah bebatuan. Ia hidup menyebar di perairan tropis di seluruh lautan dunia.

Hal yang paling unik dari kuda laut adalah si jantan, yang melahirkan anak-anaknya. Kuda laut jantan ini memiliki kantung perut yang besar dan pembuka seperti celah di bagian dasar perutnya. Kuda laut betina akan meletakkan telur-telurnya langsung ke dalam kantung perut itu dan kuda laut jantan membuahi telur saat dijatuhkan.

Lapisan dalam kantung perut menjadi seperti spons dan dipenuhi dengan pembuluh darah, yang berfungsi untuk memberi makan telur atau embrio. Kantong perut atau kantung benih berfungsi untuk menyimpan telur yang diberikan sang betina.

Telur-telur akan mengalir melalui tabung ke kantong benih kemudian mereka akan dibuahi. Hasil pembuahannya dinamakan embrio. Embrio akan berkembang selama 10 hari sampai 6 minggu, tergantung pada spesies dan kondisi air.

Jika sudah waktunya, ‘melahirkan’ sang jantan akan memompa ekornya sampai bayi kuda laut keluar. Bayi-bayi kuda laut akan keluar dengan bentuk yang sangat kecil. Selain untuk mengandung, kantong kuda laut jantan juga berfungsi untuk mengatur kadar garam, agar sesuai dengan lingkungan luar saat telur menetas.

Keunikan lainnya, kuda laut adalah pasangan yang setia. Kebanyakan spesies dari Kuda Laut dikenal merupakan pasangan sehidup semati. Mereka hanya akan kimpoi dengan pasangannya. Hal ini merupakan sesuatu yang jarang terjadi di dalam dunia ikan.

Manfaat Kuda Laut :
Selama berabad-abad Kuda Laut digunakan orang China untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Mereka mempercayai jika Kuda Laut bisa menyembuhkan penyakit kulit, peradangan, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, sistem peredaran darah, penyakit saraf, gangguan fungsi otak, hati dan ginal.

Namun saat ini Kuda Laut lebih banyak digunakan untuk meningkatkan gairah seks pria

resep - resep cara mengolah kuda laut :
1. rendam kuda laut dalam air soda diamkan selama lima menit, setelah itu brulah diminum, lebih baik jika meminum air ini saat malam menjelang tidur.
2. Cuci bersih kuda laut, lalu keluarkan isi organ tubuhnya, kemudian keringkan. Selanjutnya direndam dalam segelas arak putih. Diamkan selama satu hari. Hari berikutnya arak siap diminum sebagai minuman kesehatan.
3. kuda laut kering ditumbuk hingga hancur. Setelah menjadi bubuk, siap dikonsumsi langsung atau dimasukkan ke dalam kapsul. menyarankan dosis rendaman kuda laut cukup sehari dua kali, masing-masing satu sloki, sedangkan bubuknya sehari sekali 3-9 gram dan kapsul 3x2.
»»  Baca Selengkapnya..

Dinding Laut Terpanjang

Korea Selatan berhasil membangun dinding laut terpanjang di dunia secara lengkap. Proyek itu mengalahkan dinding Zuiderzee di Belanda yang selesai pada 1933.

Dinding sepanjang 33,9 kilometer Saemangeum secara total mengelilingi 401 kilometer persegi air laut, sekitar dua per tiga ukuran Seoul.

“Saemangeum adalah proyek rekayasa teknik terbesar yang pernah ada di Korea Selatan dan akan mengubah lansekap negara,” ujar Presiden Lee Myung-Bak saat perayaan yang disiarkan di televisi.

Pemerintah sejauh ini telah menghabiskan 2,9 triliun won atau (Rp 23,4 triliun) dalam proyek tersebut yang dimulai hampir dua dekade lalu. Upaya itu sempat tertunda karena di pertengahan proyek ada gugatan hukum oleh kaum pecinta lingkungan.

Sebanyak 21 triliun won berikutnya berasal dari negara dan sumbangsih swasta diperkirakan akan dihabiskan kembali selama satu dekade ke depan untuk mereklamasi tanah, membangun infrastruktur dan menciptakan pusat penampungan air raksasa.

Lee menyebut struktur tembok yang dilengkapi dengan sebuah jalan raya tersebut, sebagai ‘Tembok Besar di Lautan’. Ia mengatakan proyek itu akan menjadi cara cepat meningkatkan perekonomian Korea Selatan untuk melampaui negara-negara di belahan dunia Asia Timur Laut.

Menteri Pertanian Chang Tae-Pyong mengatakan proyek tersebut akan mengubah lumpur padat dan gelombang air yang dangkal menjadi pusat rendah karbon, pertumbuhan industri ramah lingkungan, tempat peristirahatan, revervasi lingkungan dan agrikultur.

“Ini akan menggantikan dinding Zuiderzee di Belanda, yang selesai pada tahun 1933 sebagai dinding laut terpanjang di dunia,” tambah Tae-Pyong.

Perayaan fase pertama dilakukan dengan cara membuka jalan raya yang ada di sepanjang atas permukaan dinding tersebut.

Proyek pembangunan ulang (reklamasi) pertama kali dibahas pada tahun 1970 dan pekerjaan pantai barat sepanjang 200 kilometer (125 mil) di selatan Seoul dimulai pada tahun 1991
»»  Baca Selengkapnya..

Ningsih, anak yang suka makan dagingnya sendiri

Predikat manusia kanibal tak hanya dimiliki Sumanto. Di Jawa Timur lebih hebat lagi, lantaran yang menjadi manusia kanibal masih berusia 19 tahun, yakni Ningsih, yang tinggal di Dusun Gumuk, Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo. Sejak balita dia sudah hobi makan dagingnya sendiri. Bagaimana bisa ?

Ningsih tinggal di rumah yang begitu sederhana. Tragis memang, ketika tim berkunjung ke rumahnya, yang hanya ada tempat tidur dan tempat pakaian. Ruangan yang dihuni hanya berukuran sekitar 4 X 4 meter itu, tidak ada alat hiburan semacam televisi maupun alat elektronik lainnya. Lebih-lebih, di kamar yang terbuat dari gedeg yang telah bertahun-tahun dihuni oleh Ningsih, hanya terdapat sebuah tempat duduk dari bambu, yang sehari-hari digunakan untuk tidur.

Nining panggilan akrab gadis ini, selain memang memiliki gangguan jiwa, dia juga hobi memakan dagingnya sendiri, sejak dirinya baru berusia 8 tahun. Bahkan, sampai saat ini, sepuluh jarinya telah habis dimakan.

Kebiasaan tersebut sebenarnya sudah tidak lagi dilakukan, setelah keluarga membungkus tebal-tebal kedua tangannya. Namun belakangan ini, kebiasaan tersebut kambuh lagi. Bukan hanya tangan yang dimakan, Ningsih sudah mulai mengerogoti daging yang melekat di kedua lengannya.

Nining tinggal di rumah itu bersama ayahnya Munasip (40), dan Bunira (60) sang nenek yang setiap hari setia merawatnya. Sedangkan Ernanik, ibu kandungnya, sudah sejak lima tahun silam, merantau ke negeri jiran, Malaysia, sebagai tenaga kerja.

“Saya kasihan, kadang kalau saya marahi untuk tidak makan dagingnya sendiri, dia justru tertawa, itu yang membuat hati saya semakin teriris-iris rasanya,” tutur Bunira dengan mata berkaca-kaca.

Anehnya, menurut Bunira, Ningsih tidak pernah merasakan sakit saat menggrogoti dagingnya sendiri. Beberapa upaya medis sudah dilakukan, bahkan sempat dirawat di rumah sakit. Namun hasilnya tetap saja nihil alias tak sembuh-sembuh. “Justru kalau dibawa ke rumah sakit, dia malah sering melakukan kebiasaanya,” timpal Bunira lagi.

Ironisnya, keluarga ini mengaku sudah tidak mampu lagi membawa Ningsih untuk berobat, dan terpaksa membiarkannya, keluarga hanya dengan sangat terpaksa hanya menjaga gadis manis itu, agar tidak memakan dagingnya lagi.

Bunira juga mengaku, kalau keluarga itu juga pernah mendapatkan bantuan pengobatan dari Pemerintah setempat sebesar Rp 3,6 juta. "Saya sebenarnya mengharap, untuk mendapatkan bantuan setiap bulan, karena kami sudah tidak kuat lagi membiayai hidup Nining, tapi seandainya tidak dapat bantuan, kami akan terus berusaha agar Nining bisa sembuh " tutur Bunira lagi.

Sementara hasil kiriman uang dari ibunda Ningsih yang bekerja di malaysia juga habis digunakan untuk kepentingan adik Ningsih yang bersekolah. “Kalau adiknya normal-normal saja, gadis yang sebaya dengan ningsih sudah ada yang berkeluarga. Mungkin ini cobaan,” tutur Ahmadi, tetangga Ningsih.

Ahmadi juga menuturkan, kalau selama ini, keberadaan Nining yang doyan dengan daging manusia itu, tidak pernah mengganggu orang lain. Bahkan, katika diajak berkomunikasi, dengan tutur bahasa yang terbata-bata, Ningsih berusaha menjawabnya.
»»  Baca Selengkapnya..